Thursday, November 21, 2013

Ilmuwan: Pria Pengangguran Tua Lebih Cepat

Thursday, November 21, 201310:12:00 PM
pria depresi
Ilustrasi pria depresi (foto healthamericanews.com)
Ilmuwan Inggris dari Imperial College London dan Finlandia melakukan penelitian sampel DNA yang diambil dari 5.000 relawan, dan menemukan bahwa pria yang tidak bekerja selama beberapa tahun, tua lebih cepat.

Ilmuwan mengatakan tentang hal itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One. Para ilmuwan mengambil sampel dari orang yang lahir pada tahun 1966, sampai tahun 1993, dengan jeda enam tahun. Ternyata, bagian ujung kromosom bertanggung jawab untuk melindungi DNA dari kerusakan (telomere), memperpendek usia pria pengangguran, yang merupakan pertanda langsung penuaan.

Menariknya, pola ini adalah khas hanya untuk laki-laki. Pada wanita, tren ini tidak diamati. Ini tidak jelas apa yang menyebabkan pemendekan telomere hanya pada pria, dan mengapa perempuan dilindungi dari tindakan ini, tetapi dalam studi berikutnya, para ilmuwan berencana untuk mencari penyebabnya.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menunjukkan bahwa tingkat pengangguran memiliki hubungan langsung dengan besarnya prevalensi stres dan kecemasan.

Melansir dari id.wikipedia.org, Telomer (telomere) adalah bagian paling ujung dari DNA linear. Meskipun termasuk dalam untai DNA, telomer bukan tidak mengkode protein apa pun, sehingga bukan merupakan gen. Telomer berperan penting dalam menjaga kestabilan genom tiap sel. Dengan adanya telomer, penggandaan DNA yang berlangsung sebelum pembelahan sel dapat dilakukan secara tuntas.

Kini telah ditemukan pula sejenis enzim yang dapat meremajakan kembali sel-sel tubuh yaitu enzim telomerase. Enzim telomerase berfungsi melindungi telomer dan mengurangi kerusakan DNA yang diyakini memberi kontribusi pada proses penuaan . Namun seiring dengan bertambahnya umur, produksi telomerase pada sel-sel semakin menurun, telomer juga memendek sehingga gagal melindungi DNA dari kerusakan.

Poskan Komentar: