Kamis, 21 November 2013

Bayi China Hidup Kembali Dan Menangis Saat Di Kremasi

Kamis, 21 November 201310.00.00
perawat china
Ilustrasi perawat china I foto english.sina.com
Seorang bayi di China yang telah dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit, tiba-tiba hidup kembali dan menangis saat di kremasi di rumah duka di China timur Provinsi Anhui pada Rabu pagi, (20-11-2013).

Bayi berjenis kelamin laki-laki, berusia kurang dari satu bulan, segera dikirim kembali ke Rumah Sakit Anak Provinsi Anhui untuk perawatan darurat setelah ditemukan hidup kembali oleh staf dari rumah duka di Hefei, China.

Rumah Sakit Anak Provinsi Anhui telah mengeluarkan sertifikat kematian untuk anak itu. Dia telah dikremasi di bawah prosedur normal, menurut staf pemakaman.
Bayi itu menderita kelainan sistem pernapasan bawaan sejak lahir dan sakit kritis. Orangtuanya setuju pada 12 November untuk menyerah perawatan medis, menurut anggota staf dari rumah sakit.

"Karena bayi masih memiliki tanda-tanda kehidupan, kita terus memberinya transfusi untuk mempertahankan hidupnya karena alasan kemanusiaan," kata pihak rumah sakit.

Alasan untuk kekeliruan menyatakan bayi meninggal akan dicermati lebih lanjut, menurut anggota staf rumah sakit.

Bayi laki-laki saat ini masih mendapat perawatan darurat di rumah sakit.

Seorang dokter dan pekerja perawat yang bertugas pada hari Rabu, dinilai bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut dan mereka telah berhentikan dari profesi masing-masing oleh pihak rumah sakit. Dilansir dari english.sina.com

Melansir dari id.wikipedia.org, Kremasi atau pengabuan adalah praktik penghilangan jenazah manusia setelah meninggal dengan cara membakarnya. Biasanya hal ini dilakukan di sebuah krematorium/pancaka atau biasa juga di sebuah makam di Bali yang disebut setra atau pasetran. 

Praktik kremasi di Bali disebut ngaben. Apabila dilakukan di sebuah pancaka, biasanya jenazah ditaruh di sebuah peti kayu dan dibakar pada suhu 760 – 1150°C. Abu pembakaran kira-kira beratnya sekitar 5% berat jenazah. Untuk praktik di Bali, lihat artikel ngaben. Di dunia Barat Kuna, praktik penunuan mayat dilakukan pula, hal ini disebut di kitab Perjanjian Lama dan banyak dilakukan di peradaban Yunani kuna dan Romawi.

Poskan Komentar: