Sabtu, 19 Oktober 2013

Mengenal Teknologi Li-Fi Internet

Sabtu, 19 Oktober 201319.08.00
Li-fi
Ilustrasi tramisi Li-Fi ke laptop pengguna I foto extremetech.com
Perangkat Wi-Fi sudah menjadi hal umum sering digunakan untuk menerima dan memancarkan data dengan memamfaatkan gelombang radio, namun berbeda dengan Li-Fi, perangkat ini menggunakan cahaya lampu di rumah untuk mengirim atau menerima data atau dengan kata lain komunikasi menggunakan cahaya dari bohlam lampu. Cara kerjanya hampir sama dengan Wi-Fi.

Li-Fi (Light-Fidelity) merupakan teknologi optik nirkabel baru untuk menyediakan konektivitas terbatas didalam ruangan. Namun dalam perkembanganya akan diperluas untuk menembus dinding atau penghalang.

Dilansir dari wikipedia.org. Li-Fi adalah label untuk sistem nirkabel komunikasi menggunakan cahaya sebagai pembawa bukan frekuensi radio tradisional, seperti di Wi-Fi.

Li-Fi digunakan sebagai istilah komunikasi cahaya tampak lebih umum (VLC), yang merupakan penggunaan dari bagian cahaya tampak dari spektrum elektromagnetik untuk mengirimkan informasi.

Istilah Li-Fi diciptakan oleh Profesor Harald Haas dari Universitas Edinburgh di Inggris dan CSO pureVLC, dan mengacu pada jenis teknologi VLC, solusi komunikasi mobile berkecepatan tinggi dengan cara yang sama seperti Wi- Fi. Oleh karena itu, dasar prasyarat untuk Li-Fi adalah link dua arah melalui media yang sama. Istilah ini pertama kali digunakan dalam konteks ini oleh Harald Haas.

Li-Fi memiliki keuntungan untuk dapat digunakan di area sensitif elektromagnetik seperti di pesawat terbang, pembangkit listrik tenaga nuklir, instalasi minyak & gas dan tempat-tempat lain tanpa menyebabkan gangguan. Namun, gelombang cahaya yang digunakan tidak dapat menembus dinding yang membuat Li-Fi secara signifikan lebih aman dibandingkan dengan Wi-Fi.

Poskan Komentar: