Sunday, September 29, 2013

Tren Baru, Ibu Melahirkan Tolak Potong Tali Pusar Bayi Selama 10 Hari

Sunday, September 29, 20135:51:00 PM
bayi dan tali pusar
Bayi dengan tali pusar I foto raut.ru
Ilmuwan mengatakan menunda memotong tali pusar bayi lebih dari tiga menit setelah bayi dilahirkan bagus untuk kesehatan bayi. Namun Ibu-ibu di Amerika dan Australia menolak tali pusar bayi di potong selama 3-10 hari dan hanya boleh dipotong jika si ibu segera akan pulang ke rumah.

Dilansir dari raut.ru, bahwa baru-baru ini, ada salah satu tren yang paling gila dan nekat karena melahirkan. Namun, sangat menarik perhatian beberapa ibu-ibu muda yang merupakan fans-nya. Faktanya adalah bahwa sekarang banyak wanita menolak untuk memotong tali pusar bayinya tiga sampai sepuluh hari sejak kelahiran bayi ke dunia.

Selain itu, tren aneh ini ada di banyak negara, dan khususnya di Amerika dan Australia. Wanita yang telah melahirkan tidak ingin terburu-buru memotong tali pusar bayinya, dan bahkan beberapa ibu-ibu menginginkan prosedur ini dilakukan tiga hari setelah kelahiran bayi, dan kadang-kadang periode ini meningkat menjadi sepuluh hari. Artinya, pemotongan harus dila kukan ketika si ibu dan bayi akan pulang.

Ternyata tren aneh ini diikuti ibu-ibu atas saran dari para ahli yang baru untuk realitas kebidanan modern. Beberapa ahli berpendapat bahwa tali pusar bisa menyelamatkan anak dan memiliki kesempatan untuk mendapatkan nutrisi dari ibu. Hal itu dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh bayinya, dan dengan demikian meningkatkan kesehatan.

Para ahli menunjukkan bahwa pemotongan tali pusat sejak bayi muncul ke dunia. Namun tren ini mulai berubah dan mendapatkan banyak momentum, dan menjadi sangat populer di Australia serta di beberapa negara bagian AS.

Metode ini terasa aneh bagi kebanyakan orang, secara tradisional tali pusar bayi agar segera dipotong setelah kelahiran, dalam beberapa menit.

Spesialis ginekolog dan dokter kandungan tidak meragukan bahwa penundaan pemotongan tali pusat tidak memberikan keuntungan kepada anak tersebut. Saat ini, tidak ada penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa metode itu meningkatkan kesehatan mereka secara umum, dan kekebalan anak.


Poskan Komentar: