Saturday, September 14, 2013

Monumen Observatorium Cheomseongdae, Bangunan Pengamat Bintang Tertua

Saturday, September 14, 20139:20:00 PM
Monumen Observatorium Cheomseongdae
Penampakan Monumen Observatorium Cheomseongdae siang dan malam I foto kolase online
Salah satu warisan budaya dunia di Korea Selatan yang berhubungan dengan astronomi adalah Monumen Observatorium Cheomseongdae. Bangunan pengamat bintang ini dianggap sebagai Observatorium tertua yang pernah ada didunia khususnya asia timur dan masih berdiri tegak hingga sekarang.

Bangunan yang terbuat dari batu ini, dibangun pada masa pemerintahan Ratu Seondeok. Dan bangunannya yang masih berdiri sampai sekarang, menjadi warisan kebudayaan bangsa Korea dan salah satu objek wisata paling menarik di Korea Selatan.

Cheomseongdae Silla terletak di Gyeongju. Dulunya kota ini merupakan ibukota kerajaan Silla dengan nama Seorabeol. Posisi persisnya tak jauh dari istana Ponweolseong, pada koordinat 35°49’53″ LU dan 129°13’20″ BT.

Dalam sejarah, Cheomseongdae tercatat sebagai peninggalan Dinasti Shilla pada awal abad ke-7. Buku Rekor Dunia pun resmi mencantumkannya sebagai bangunan observatorium tertua yang masih tegak berdiri saat ini.

Bangunan tua ini terdiri dari 12 batu dasar persegi panjang diposisikan di lapangan, tiga di setiap sisi, yang mewakili empat musim dan dua belas bulan setiap tahun. Dua belas tingkatan batu ke pintu jendela dan dua belas tingkatan di atas bukaan jendela juga mewakili 12 bulan dalam setahun (atau 12 simbol zodiak). 

Selama lebih dari dua ribu tahun, para astronom mempelajari pergerakan bintang dan planet dan memetakannya. Mereka memprediksi gerhana matahari dan bulan, serta komet. Astrolog Pengadilan melaporkan dan menginterpretasikan temuan mereka kepada Raja yang kemudian akan bertindak sesuai dengan prediksi mereka.

Bintang-bintang didikte semua aspek pembuatan kebijakan: pembangunan pertanian, perayaan, perang, dan acara lainnya dan festival.  Astrologi juga membentuk pandangan hidup masyarakat dan alam semesta. 

Korea masih cenderung percaya bahwa waktu yang tepat untuk kelahiran untuk setiap orang erat diatur oleh langit. 

Dirangkum dari berbagai sumber dalam dan luar negeri


Poskan Komentar: