Saturday, September 21, 2013

Mahasiswa Termuda Di Indonesia dan China Tahun 2013

Saturday, September 21, 201311:20:00 PM
Alvinasari Tryasdini Arifin
Alvinasari Tryasdini Arifin, mahasiswi termuda di UGM I foto okezone.com
Rata-rata calon mahasiswa baru mendaftar perkuliahan berusia 18-19 tahun. Namun tidak demikian bagi Alvinasari Tryasdini Arifin yang menyandang status mahasiswa baru (maba) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada usia 14 tahun 11 bulan 21 hari.

Untuk menamatkan SD, dia hanya perlu lima tahun, serta SMP dan SMA selama dua tahun. Sehingga tidak mengherankan jika Alvin sudah menjadi mahasiswa dalam usia kurang dari 15 tahun.

Mahasiswi penyuka psikologi ini kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 11 September 1998, masuk perguruan tinggi UGM melalui jalur Seleksi Nasional.

Menurut Alvin, predikat mahasiswi termuda yang diraih juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orangtuanya, yakni Arifin L Godo dan Arna Ariyani.

"Ya, bapak datang juga di upacara penerimaan ini. Dia ikut senang. Mudah-mudahan saya bisa cepat bergaul dengan yang lain dan bisa lancar kuliah di universitas terbaik di Indonesia," tutup Alvin. Dikutip dari okezone.com

Fan Shukai
Fan Shukai, mahasiswa termuda di Universitas Tsinghua, China I english.peopledaily.com.cn
Di China juga terdapat mahasiswa baru termuda di Universitas Tsinghua, 21 Agustus 2013. Dialah Fan Shukai, mahasiswa baru termuda berusia 13 tahun. Lebih muda dari Alvinasari Tryasdini Arifin

Fan Shukai, adalah mahasiswa termuda dalam sejarah Universitas Tsinghua, lahir pada 24 Desember 1999, pergi ke kelas IV pada usia lima tahun dan belajar di sekolah menengah di usia tujuh tahun. Fan baru saja membuat perjalanannya langsung ke Tsinghua University, salah satu universitas elit terbaik di Cina.

Disebut sebagai yang "anak jagoan", tapi Fan tidak setuju dengan sebutan itu. Dia menganggap dirinya sebagai mahasiswa normal dan ia mengatakan tidak ada jalan pintas lain kecuali untuk belajar keras di kelas.

Fan mengakui tentang usianya, tapi mental nya lebih dewasa dari usia sebenarnya. Dia bisa mengurus dirinya sendiri dalam hal-hal sepele lain dalam hidup seperti komunikasi dengan sesama mahasiswa.

Ketika presiden Universitas Tsinghua bertemu dengan pria muda ini, ia tidak bisa membantu tetapi terkejut dan menganggap Fan sebagai "anak muda berpengalaman".

Hal ini dapat dilihat jelas dari dia ketika mengambil pertanyaan dari lebih dari sepuluh wartawan, dan ia menjawab dengan logis, sederhana dan kritis. Dikutip dari english.peopledaily.com.cn


Poskan Komentar: