Senin, 23 September 2013

Ibu Ini Gugat Anaknya di Pengadilan Karena Mencampakannya

Senin, 23 September 201323.08.00
Li-Lanyu
Canggung untuk berdialog di kedai Kopi I foto youtube

Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang gala, mari kita sayangi ibu kita yang telah tua, sebagaimana mereka merawat kita dari kecil hingga besar dan jangan pernah menyakiti hatinya sedikit pun. Dan ingat surga ada di telapak kaki ibu. Sekali ia berdoa melaknat Anda 100% doanya bisa terkabul.

Mari sayangi ibu kita dan merawatnya sebagaimana mestinya bila memang ia sudah tua.

Kita semua tahu hati seorang ibu lebih kuat dalam menghadapi segala cobaan dan namun ia tetap memendamnya didalam lubuk hatinya yang paling terdalam, di sakiti, dicampakan, ia seorang ibu tak pernah mendoakan anaknya menghadapi musibah namun sebaliknya.

Dilansir dari english.peopledaily.com.cn, Li Lanyu, 78 tahun, adalah seorang janda yang telah memiliki dua putra, tapi bungsu meninggal dua tahun lalu.

Baginya, satu-satunya anak seharusnya adalah keluarga terdekat, tapi dia terpaksa mengirim anaknya ke pengadilan dan dia berteriak di pengadilan: "Anakku melupakan saya"

Li menggugat anaknya Li Wanglun karena kurangnya perawatan emosional dan dukungan fisik pada dirinya setelah komite desa gagal berkoordinasi dengan dia. Meskipun mereka hidup lebih dekat, anaknya tidak sering mengunjunginya, dan pura-pura tidak melihatnya ketika mereka bertemu, ia tidak mendukung secara finansial. Di pengadilan, Li Lanyu menuntut anaknya untuk mengunjunginya sebulan sekali di samping memberikan dia dengan dukungan keuangan.

Tapi putri-iparnya, sebagai delegasi dari Li Wanglun dalam persidangan, percaya bahwa mereka tidak melakukan sesuatu yang salah dan mengalami ketidakadilan. Cucu Li berpendapat bahwa mereka tidak bisa memberikan nenek terlalu banyak karena pendapatan keluarganya sangat rendah.

Ayahnya sekarang berusia 60 tahun, dan ibunya memiliki penyakit. Selain itu, neneknya memiliki dana pensiun untuk mendukung dirinya sendiri.

Pada akhir sidang, pengacara Li Lanyu mengatakan bahwa orang tua kehilangan anak mereka, ketika orang-orang mendekat ke arah satu sama lain, hati mereka akan lebih dekat.

Pengadilan tidak membuat keputusan itu pada hari itu. Ini adalah masalah moral, sehingga sulit untuk menilai.

Baru-baru ini China telah memperkenalkan undang-undang baru tentang "perawatan lansia" yang mengharuskan anak untuk mengunjungi orang tua mereka secara teratur, hal ini bertujuan untuk membuat orang dewasa merawat orang tua mereka baik secara fisik maupun mental. Meski moral yang tidak bisa diukur oleh hukum, beberapa kewajiban moral yang perlu dipastikan melalui hukum.

Poskan Komentar: