Thursday, July 25, 2013

Ilmuwan Dapat Melihat Warna Kematian

Thursday, July 25, 201310:28:00 PM
cacing sekarat
Tampak gelombang cahaya biru menyebar ditubuh cacing I foto dailymail.co.uk
Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan. (id.wikipedia.org)

Ilmuwan Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah ilmu pengetahuan, telah melihat secara langsung proses kematian, yang muncul di depan mereka sebagai gelombang bersinar kebiruan melewati tubuh. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penciptaan metode baru untuk meningkatkan harapan hidup.

Dikutip dari Daily Mail kini para ilmuwan Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menangkap warna kematian. Tentang penemuan sensasional ini dilaporkan oleh para peneliti di Inggris "Wellcome Trust dan Bioteknologi dan Biological Sciences Research Council" (BBSRC). Mereka mampu membuktikan bahwa, pada saat ketika tubuh makhluk hidup akan mengalami kematian secara tiba-tiba tubuhnya mengeluarkan gelombang cahaya kebiruan. 

Penelitian dilakukan pada cacing tanah. Ilmuwan menonton di bawah mikroskop seekor cacing sekarat. Mereka berhasil melihat bagaimana tubuh seekor cacing sekarat mengeluarkan semacam gelombang cahaya biruan. 

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa efek ini disebabkan oleh proses kematian sel.  Menurut mereka, "gelombang" cahaya biru, seakan-akan "menyebar" dan akhirnya tubuh cacing berhenti berfungsi. 

Para peneliti juga berhipotesis bahwa jika kita mencoba untuk memblokir jalan "gelombang biru", maka kemungkinan kematian dapat ditangguhkan. 

Selain itu menurut ilmuwan, mekanisme penuaan dan kematian cacing tidak berbeda dari proses dalam tubuh manusia dengan bantuan penemuan ini di masa depan dimungkinkan untuk membuat sebuah metode yang meningkatkan harapan hidup.

Poskan Komentar: