Selasa, 11 Juni 2013

Memeriksa Email Dapat Menyebabkan Stres

Selasa, 11 Juni 201300.00.00
pekerja-kantoran
Memeriksa email dapat menyebabkan stres terkait dengan pekerjaan kantor.

Profesor Tom Jackson dari University of British Loughborough berpendapat bahwa ada hubungan antara penggunaan email dan stres.

Para peneliti menganalisis 30 pegawai pemerintah negara bagian di Inggris yang secara teratur memeriksa e-mail untuk bekerja. Para ilmuwan menghitung tiga parameter : denyut jantung, tekanan darah dan kadar kortisol, yaitu hormon stres.

Menerima dan mengirim email mempromosikan peningkatan denyut jantung pada 92% peserta penelitian. Pesan yang berguna dan menyenangkan, tentu saja, membawa sukacita. Dan lain hal bila pesan yang berisi perintah mendesak. Kadar kortisol mereka meningkat tajam selama percakapan telepon, pertemuan pribadi dan jaringan sosial.

Ternyata, tubuh memberikan respon keras permanen untuk panggilan mendesak atau beralih di antara tugas yang berbeda.

Selain itu, stres terus-menerus bisa menjadi penyebab penyakit kronis. Profesor merekomendasikan untuk mengurangi penggunaan telepon, cek email dan mengunjungi halaman jaringan sosial. Untuk menghindari penyakit yang dapat terjadi termasuk penyakit jantung koroner, hipertensi dan penyakit tiroid.

Poskan Komentar: