Rabu, 05 Juni 2013

9 Tanda-Tanda Kiamat Menurut Ilmuwan

Rabu, 05 Juni 201311.25.00
kiamat
Dunia kelak akan hancur lebur tanpa tersisa.

Kiamat pasti akan terjadi tapi tidak seorangpun dapat mengetahui kapan persis kiamat benar-benar akan terjadi, namun sejalan dengan itu, kini tanda-tanda bumi menuju kehancuran telah merisaukan para ilmuwan.

Adegan fiktif keganasan kiamat dapat Kita nonton pada film-film besutan Holywood, selain kiamat versi film Holywood, kiamat versi ilmuwan masih saling berkaitan dengan film suguhan versi Holywood tersebut.

Setidaknya ada 9 kiamat menurut versi ilmuwan yang dapat memicu bumi menuju kehancuran yang nyata, sebagai berikut :

1. Pemanasan global

Perubahan iklim adalah ancaman terbesar yang dihadapi planet saat ini. Perubahan iklim bisa membuat cuaca ekstrim semakin parah, meningkatkan kekeringan di beberapa daerah, mengubah distribusi hewan dan penyakit di seluruh dunia, serta menenggelamkan dataran rendah akibat naiknya permukaan laut.

Ini dapat menyebabkan ketidakstabilan seperti bencana kekeringan, kelaparan, runtuhnya ekosistem, dan perubahan lainnya yang membuat bumi tidak bisa ditinggali lagi.

2. Serangan Asteroid

Tampilnya pahlawan ala Bruce Willis di Armageddon tidak menghilangkan kekuatiran para ilmuwan akan ancaman batu luar angkasa yang kelak bisa menghancurkan bumi. Sejauh ini, para astronom baru dapat mengidentifikasi sebagian kecil dari miliaran batu yang mengawang-awang di ruang angkasa atau alam semesta.

3. Ancaman Pandemi

Hampir setiap tahunnya ditemukan patogen-patogen baru yang mematikan, seperti SARS, Coronavirus dan Ebola serta penyakit mengerikan lainnya. Penyakit itu menyebar bagaikan api di jerami kering.
"Ancaman pandemi global sangatlah nyata," ujar Joseph Miller, penulis buku "Biologi" yang diterbitkan Prentice Hall, New York, ,2010.
4. Jamur

Ternyata, jamur pun bisa menjadi ancaman yang paling menakutkan.

“Kami menemukan penyakit jamur pada amfibi yang memiliki pengaruh buruk,” ujar kata David Wake. Kurator di Museum Zoologi Vertebrata di Universitas California, Amerika Serikat ini baru saja memusnahkan katak-katak di Amerika Serikat yang terinfeksi jamur chytrid.

Meskipun bakteri begitu mematikan, tapi penyakit ini memiliki antibiotik. "Namun, hanya sedikit pengetahuan kita mengenai infeksi jamur ini."

5. Rekayasa Penyakit

Penyakit alami bukanlah satu-satunya ketakutan manusia. Ternyata, penyakit pun bisa direkayasa dan menjadi lebih mematikan tentunya. Pada tahun 2011, komunitas ilmiah sangat marah ketika mengetahui sekelompok peneliti telah merekayasa mutan dari virus flu burung H5N1 yang menular dalam ferret, sejenis musang, dan ditularkan melalui udara.

Hasil ini memicu kekhawatiran bahwa penyakit mematikan dapat direkayasa secara tidak sengaja dan melarikan diri dari laboratorium atau sengaja dilepaskan.

6. Perang Nuklir

Banyak ilmuwan yang masih khawatir dengan ancaman kiamat versi ini. Apalagi, semakin banyak negara yang terus mengasah kemampuan nuklir mereka. Jika nuklir sampai jatuh di tangan yang salah, bukan tidak mungkin kehidupan akan berakhir di tangan manusia sendiri.

7. Robot

Meski tidak harus seperti Arnold Schwarzenegger, "The Terminator" tidak jauh dari kenyataan. PBB baru-baru ini menyerukan larangan pembuatan robot pembunuh. Kekhawatiran itu dipicu ancaman yang mungkin timbul layaknya nuklir.

8. Kelebihan Penduduk

Ketakutan pada kelebihan jumlah penduduk sudah ada sejak abad ke-18, ketika Thomas Malthus meramalkan bahwa pertumbuhan penduduk akan menyebabkan kelaparan massal dan melemahkan planet.

Dengan populasi global yang mencapai 7 miliar orang, tentu saja itu menjadi ancaman bagi planet ini. Namun, tak semua setuju. Banyak orang berpikir bahwa pertumbuhan penduduk akan stabil dalam 50 tahun ke depan, dan manusia akan berinovasi mencari jalan keluar dari dampak negatif ledakan penduduk ini, seperti wacana untuk menjadikan Mars sebagai rumah kedua. Itu baru hipotesis, pada kenyataannya sampai saat ini Mars belum pernah di singgahi oleh manusia dan tidak temukan adanya mahkluk biologis disana.

9. Efek bola salju

Efek ini merupakan bagian dari dampak pemanasan global. Pemanasan global akan memudahkan penyebaran penyakit dan menyebabkan perubahan iklim. Sementara itu, runtuhnya ekosistem bisa membuat manusia kekurangan makanan.

Jadi pemanasan global akan memperburuk kehidupan di bumi sampai terdegradasi secara bertahap, seperti halnya bola salju yang menggelinding, semakin lama akan semakin besar.

Artikel ini disadur oleh tempo.com dari Live Science, sumbe foto : 3dicandy.com

Bukankah bumi ini sudah tua rentah.
Ketika Rasulullah SAW melakukan Isra’ dan Mi’raj, ia melihat seorang nenek tua yang memakai banyak perhiasan, lalu beliau bertanya kepada Jibril; “Siapa dia” Jibril menjawab ; “Itulah dunia”

Poskan Komentar: