Sunday, April 7, 2013

Meteorit Hijau Ini Diduga dari Merkurius

Sunday, April 7, 201310:29:00 PM
batu merkurius

Penemuan Batu Hijau di Maroko

Sebuah batu berwarna hijau yang ditemukan di pasar Maroko tahun lalu, disebut-sebut sebagai meteorit pertama dari planet Merkurius. Dugaan ini muncul karena karakteristik meteorit tersebut berbeda dengan karakteristik meteorit lainnya yang jatuh ke Bumi dan mirip dengan karakteristik planet terdekat dengan Matahari dalam sistem tata surya kita.

Hasil analisis kimia terhadap batuan itu, dan ternyata hasilnya menunjukkan batuan itu bukan dari Mars, atau dari bulan, atau bahkan dari salah satu kelompok umum asteroid di sabuk asteroid.

Bahkan hasil analisis menemukan bahwa fragmen mengandung sangat sedikit besi tetapi lebih banyak magnesium, aluminium, dan silikat kalsium.

Sementara itu, menurut analisis yang dilakukan oleh ilmuwan ruang angkasa dan bumi dari University of Washington Anthony Irving dan timnya, meteorit itu adalah suatu achondrites.

Achondrites adalah sebuah asteroid yang tercipta jauh di dalam bagian tubuh planet, terbentuk 4,56 miliar tahun lalu. Kebanyakan berasal dari asteroid Vesta (terbesar kedua di Sabuk Asteroid) atau Mars, tetapi tidak untuk jenis NWA 7325.

Batuan NWA 7325 juga umumnya memiliki intensitas magnetik yang lebih rendah dibandingkan meteorit lainnya, dan mengandung konsentrasi tinggi kalsium, magnesium dan kromium yang merupakan kandungan standar pada achondrites tanpa zat besi.

Hasil observasi Messenger juga memberikan Irving bukti terbaru yang bisa mendukung hipotesisnya. Salah satunya adalah karakteristik geologis dan komposisi kimia permukaan Merkurius, yang diketahui oleh para peneliti, memiliki kandungan besi yang sangat rendah. Begitu pun dengan meteorit ini yang kandungan besinya sangat rendah sehingga mengesankan dari mana pun batuan ini berasal, badan induknya mirip dengan Merkurius.

Irving mengatakan, meteorit ini tercipta dan dan tiba-tiba terlempar dari planet atau benda langit lainnya yang memiliki aliran magma di permukaannya pada satu waktu dalam sejarah tempat tersebut. Bukti yang ada menunjukkan kalau batu tersebut terbentuk sebagai buih yang ada di bagian puncak magma tersebut.

Dikutip dari kompas dan liputan6


Poskan Komentar: