Kamis, 04 April 2013

Gadis Gaza Ini Dapat Beasiswa Unik Ke Universitas Oxford

Kamis, 04 April 201323.35.00

Rawan Yaghi

Gaza mendengar namanya sudah terbesit dibenak kita bahwa di sana masih terjadi perang, namun bagi penduduk asli Gaza mereka merasakan hal yang berbeda dan berlawan dengan yang kita rasakan dari sebenarnya. "Hidup kami di Gaza tidak selalu terkait dengan perang. Ada keluarga, ada sahabat, dan ada cinta," Kata Rawan Yaghi.

Rawan Yaghi, cewek ini cukup beruntung ia mendapatkan beasiswa yang cukup unik, beasiswa calon mahasiswi Universitas Oxford ini akan ditanggung secara patungan oleh mahasiswa senior Universitas Oxford, Inggris.

Dikutip dari bbc.co.uk/indonesia, Rawan Yaghi, mahasiswi Universitas Islam di Gaza, mendapat kesempatan belajar di perguruan tinggi bergengsi, Universitas Oxford, Inggris, berkat skema beasiswa yang unik.

Ada empat lembaga yang menyediakan dana bagi Yaghi, termasuk Universitas Oxford sendiri, yang akan menghapus 60% uang kuliah untuk gadis Gaza berusia 19 tahun tersebut.

Untuk biaya hidup sehari-hari akan ditanggung rekan-rekan Yaghi di Oxford, yang digalang oleh alumnus universitas ini, Emily Dreyfus.

Nona Dreyfus mengatakan inisiatif tersebut ia cetuskan setelah menyadari hanya segelintir warga Gaza yang bisa berkuliah di Oxford.

"Sejak awal para mahasiswa mendukung prakarsa ini. Sumbangan kami memang tidak banyak, tapi semoga bisa memberi manfaat yang besar," kata Dreyfus.

Misi khusus

"Hidup kami di Gaza tidak selalu terkait dengan perang. Ada keluarga, ada sahabat, dan ada cinta"

Biaya kuliah dan biaya hidup di Oxford diperkirakan mencapai £30.000 atau sekitar Rp441 juta per tahun dan rencananya Yaghi akan bersekolah di sini selama empat tahun untuk mendalami linguistik dan bahasa Italia.

Yaghi mengatakan sangat senang dengan beasiswa ini dan sudah tidak sabar untuk memulai kuliah di Oxford.

"Saya tahu kuliah saya nanti akan sangat sulit, namun saya optimistis bisa melewatinya," kata gadis berkaca mata yang menyukai novel-novel karya JK Rowling ini. Yaghi juga mengatakan akan membawa misi lain ke Oxford. "Sebagian besar orang mengira hidup di Gaza sama dengan hidup di zona perang," kata Yaghi.

"Hidup kami di Gaza tidak selalu terkait dengan perang. Ada keluarga, ada sahabat, dan ada cinta," katanya.


Poskan Komentar: