Thursday, February 28, 2013

Wanita Ini Di Bayar Untuk Tangisi Kepergian Keluarga Orang Meninggal

Thursday, February 28, 201311:13:00 AM
Liu Jun-Lin
Liu Jun-Lin Dibayar Mahal Untuk Menangis

Menangis itu tidak mudah, contoh di sinetron bila ada adegan menangis para pemainnya di kasih air mata palsu, menangis atas komando memang tidak mudah. Tapi tidak demikian bagi Liu Jun-Lin, usia 30 tahun, gadis asal Taiwan ini memiliki profesi unik, dia bayar mahal untuk tangisi keluarga orang meninggal.

Menangis demi meraup uang, mengambil untung dari kematian seseorang, mungkin dipandang kontroversial, tapi Liu mengatakan, profesinya punya sejarah panjang di Taiwan, yang memiliki tradisi bahwa orang yang meninggal membutuhkan tangisan keras dari para pelayat dan keluarga untuk menyeberang dengan lancar ke kehidupan berikutnya.

Meski sering dipandang rendah, profesi ini berhasil mengangkat kehidupan Liu dan keluarganya dari kemiskinan. Liu dan dua saudaranya bahkan mampu membeli rumah sendiri. Sekali tampil kelompoknya dibayar lebih dari US$ 600 atau Rp 5,8 juta.

Kedua orangtua Liu meninggal ketika dia masih muda, meninggalkan tiga anak mereka dalam asuhan sang nenek, membuat perempuan sepuh itu mendapat beban berat.

Nenek tersebut terpaksa menarik Liu dan saudara lelakinya dalam bisnis perkabungan. Sejak usia 11 tahun Liu harus bangun sebelum subuh untuk berlatih, dan sering bolos sekolah untuk mendapatkan uang dari pemakaman. Membuatnya menjadi bahan olok-olok murid lainnya. Sampai saat ini pun stigma jelek dilekatkan pada pelayat profesional.

"Kadang-kadang sebelum kita memulai pekerjaan, wajah keluarga yang berduka tampak masam memandang kami," kata Liu. "Namun setelah kami melakukan tugas, mereka akan mengucapkan terimakasih sambil menangis."

sumber artikel : liputan6 dan bbc


Poskan Komentar: