Friday, February 1, 2013

Terapi Membaca Buku Menolong Meredahkan Depresi

Friday, February 1, 20134:45:00 PM
buku
Orang-orang yang berjuang melawan depresi dengan hanya membaca buku, berbicara dan introspeksi, menunjukkan hasil yang lebih baik daripada mereka yang mengandalkan obat antidepresan selama beberapa bulan.

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum yang dapat di alami oleh setiap orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, status sosial dan lingkungan. Masing-masing dari kita setidaknya sekali pernah mengalami perasaan depresi atau keputusasaan.

Dokter dari universitas of Glasgow menemukan bahwa membaca buku bertujuan untuk membantu konseling dan dukungan yang dapat bermanfaat bagi pasien dibandingkan penggunaan obat untuk depresi .

Untuk percobaan ilmuan mengundang pasien dengan kasus yang terdokumentasi dengan gejala depresi klinis. Penelitian ini melibatkan lebih dari dua ratus orang dengan depresi ringan sampai sedang.

Para ilmuwan membagi pasien menjadi dua kelompok yang sama dan selama beberapa bulan dalam menjalani perawatan yang rumit dengan metode yang berbeda. Dasar dari metode pertama mengandalkan obat antidepresan, pengobatan kedua: terapi berbicara, membaca buku-buku "self-help" atau buku motivasi diri.

Hasil penelitian menemukan bahwa orang-orang yang berjuang melawan depresi dengan membaca buku, berbicara dan introspeksi, menunjukkan hasil yang lebih baik daripada mereka yang mengandalkan obat antidepresan selama beberapa bulan. Para psikolog mengatakan bahwa mereka mampu mengelola masalah mereka sendiri, untuk mengubah pemikirannya sendiri melalui buku.

Sebelumnya terapi berbicara telah direkomendasikan oleh universitas Australia. Para ilmuwan dari Sydney menyadari bahwa terapi kognitif perilaku (jenis terapi berbicara) dapat bermanfaat bagi orang yang menderita gangguan mental. Terapi bicara telah direkomendasikan sebagai tambahan untuk terapi medis, tapi masalahnya adalah bahwa banyak pasien tidak mampu membuka pembicaraan.

Tujuan dari survei terbaru dari dokter dari Skotlandia adalah untuk mempelajari kemungkinan dampak dari buku-buku pada orang-orang dengan berbagai tahap depresi. Hasil positif menunjukkan bahwa dalam membaca buku literatur pertolongan diri bertujuan membangun kemampuan untuk berpikir secara mandiri dan mengelola kesadaran memiliki efek positif pada kondisi mental pasien.

Poskan Komentar: