Sabtu, 23 Februari 2013

Inilah Penyebab Makanan Modern Kehilangan Gizi

Sabtu, 23 Februari 201310.26.00
mie instan
Mie instan I foto : pribadi

Zaman dahulu di era nenek moyang kita, kesuburan tanah pertanian belum terkontaminasi dengan berbagai macam pupuk buatan dan limbah industri dan tanah pertanian masih kaya akan zat-zat penting, sehingga tanaman tumbuh lebih subur menyerap unsur kiamiawi alami dalam tanah dan imbasnya hewan pemakan rumput dan dedaunan tampak lebih gemuk. Pengelohan makanan pun masih secara tradisional. Sehingga 100% kandungan gizi dalam buah dan sayuran masih utuh.

Berbeda dengan sekarang tanah pertanian mulai tercemar oleh berbagai macam pupuk dan limbah industri, hal ini memicu tanaman kehilangan zat penting dan berimbas ke hewan pemakan rumput dan dedaunan.

Kini kemajuan teknologi berimbas ke cara pengelohan tanah dan makanan, peralatan modern ini setidaknya merupakan pemicu nutrisi makanan terbuang sia-sia. Sebagai contoh makanan segar yang di simpan di kulkas selama berhari-hari pada akhirnya bahan makanan tersebut kehilangan nutrisinya.

Imbasnya kita sebagai manusia modern terpaksa mengonsumsi makanan seperti menyantap makanan junk food yang telah kehilangan nutrisinya. Kendati menu harian tetap beragam, tetap saja berisiko kekurangan gizi akibat kondisi sumber bahan makanan kehilangan sebagian zat gizi yang dikandungnya.

Jangan heran bila sekarang ini tampak lebih banyak orang dengan berbagai keluhan penyakit, seperti pegal linu hanya lantaran kekurangan vitamin B1 dan vitamin lainnya.

Kehidupan modern yang serba praktis telah memicu orang kekurangan gizi, kulit kering, rambut lekas rontok, jantung berdebar, dan iramanya tak teratur, itu setidaknya akibat dari mengonsumsi makanan serba instan dan jarang mengonsumsi makanan segar


Poskan Komentar: