Wednesday, January 23, 2013

Efek Kurang Tidur Ternyata Fatal Bagi Pasangan

Wednesday, January 23, 201311:14:00 AM
wanita tidur
Tidur selama 7-8 jam adalah jumlah yang ideal untuk mengembalikan energi tubuh yang hilang.

Anda jangan pernah menganggap remeh efek dari kurang tidur, setidaknya ilmuwan telah menemukan efek negatif dari kurang tidur dalam kehidupan sehari-hari, bahkan lebih fatal lagi bagi yang sudah berkeluarga
.
Kurang tidur dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Ini adalah kesimpulan yang dicapai oleh para peneliti di University of Berkeley. Para pasangan yang kurang tidur cukup, mulai menggerutu, mengeluh, egois, menyalahkan pasangan bahwa ia tidak menghargainya. Pada akhirnya timbul konflik dalam keluarga.

Para ilmuwan mempelajari 60 pasangan usia 18-56 tahun. Peserta diminta untuk membuat catatan tidur tentang kondisi tidur buruk atau baik mereka dengan menambahkan deskripsi sensasi dalam hubungan dengan pasangan. Dalam eksperimen lain, mereka minta mencatat komunikasi mereka dengan pasangan, khususnya tentang aktivitas mereka dalam berbagi memecahkan masalah.

Akibatnya ditemukan bahwa mereka yang kurang tidur, lebih sulit untuk membuat keputusan dan kurang peduli terhadap kenyamanan orang lain. Jika salah satu dari pasangan sedang tidur seperti seorang bayi dan yang kedua hampir tidak pernah tidur, hal ini pada akhirnya memicu terjadinya konflik.

Para ilmuwan menekankan bahwa untuk mempertahankan cinta dan pernikahan harus memberikan ruang yang nyaman. Jangan berisik kalau ada orang yang sedang tidur di sekitar Anda dan berilah mereka privasi yang layak.

Para ilmuwan secara khusus berharap bahwa temuan mereka akan membantu untuk memahami kondisi masyarakat, betapa pentingnya adalah untuk setiap orang segera untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Para ahli juga mengingatkan bahwa tidur 7-8 jam adalah ideal dengan demikian tubuh bisa berfungsi secara efektif.

Hari ini di dunia setiap tiga orang menderita insomnia kronis. Mereka hanya mampu mendapatkan tidur sekitar 40% dari populasi orang dewasa dari planet ini.

Poskan Komentar: