Saturday, December 8, 2012

Orang Kaya Lebih Mungkin Mengatasi Depresi

Saturday, December 8, 201210:41:00 AM
uang rupiah
Orang kaya lebih mungkin panjang umur karena mereka tahu bagaimana cara mengatasi stres tidak demikian dengan orang miskin.

Orang Kaya Hidup Lebih Panjang Umur


Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi uang benar-benar membantu menghindari efek negatif dari stres dan dapat mengatasi kebutuhan kelangsungan hidup. Penelitian terbaru menemukan bahwa orang-orang kaya yang berada dalam stres konstan, lebih mungkin untuk hidup lebih lama daripada orang miskin, sebab mereka orang kaya tahu bagaimana dalam menghadapi paparan stres dan memiliki cukup uang untuk berobat. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari kemiskinan dan stres semacam bom bagi tubuh dikalangan orang miskin.

Bahkan, sudah diketahui bahwa stres dan kemiskinan tidak kondusif untuk umur panjang. Namun studi baru ini bertujuan untuk mempelajari kombinasi stres dan tingkat pendapatan seseorang.

Tingkat pendapatan rendah, menengah, dan tinggi dalam studi ini tidak menentukan berapa lama seseorang dapat hidup dalam masalah stres, dan masih belum jelas mengapa orang-orang kaya dapat mengatasi masalah stres daripada orang miskin dengan pendapatan rendah. 

Para peneliti menekankan besarnya pendapatan bukanlah penyebab dari masa hidup yang lebih lama. Umur yang panjang lebih berhubungan dengan faktor-faktor seperti perbedaan pendidikan, kesehatan maupun gaya hidup antara orang kaya dan miskin.

Kesenjangan antara orang kaya dan miskin telah melebar dalam beberapa tahun terakhir. Antara tahun 2001 dan 2014, mereka yang berada di atas lima persen memperoleh paling tidak tiga tahun tambahan usia hidup. Namun, mereka yang di bawah lima persen tidak memiliki penambahan rentang waktu hidup.

Usia hidup orang miskin sangat bergantung pada tempat tinggal mereka. Kemudian hal ini tidak ada hubungan tingkat kualitas atau kuantitas perawatan medis, ketidaksetaraan pendapatan, pemisahan ras, perumahan atau pun tingkat pengangguran.

Orang yang masuk kelompok menengah ke bawah di Amerika juga cenderung hidup lebih lama, hal ini dikarenakan pola hidup sehat yang mereka jalani.

Hal yang sama juga terjadi di kota-kota yang makmur dengan penduduk yang berpendidikan tinggi dan tunjangan pemerintah yang besar, seperti New York dan San Francisco.

Tak heran, orang kaya lebih memiliki akses luas untuk pelayanan kesehatan yang berkualitas.

"Mengapa orang kaya lebih panjang umur, sebenarnya sederhana saja. Orang kaya mampu beli layanan kesehatan yang terbaik sehingga mereka bisa panjang umur. Selain itu, orang kaya juga cenderung hidup lebih sehat. Mereka banyak berolah raga dan juga tidak merokok. Mereka juga jarang mengalami obesitas karena rajin olah raga dan menjaga asupan makanan," kata ilmuwan.

Poskan Komentar: