Senin, 26 November 2012

Makanan Hambar Merusak Mood

Senin, 26 November 201212.12.00

masakan mie olahan aku

Selama melaksanakan program diet, makan secara teratur hukumnya adalah wajib karena tubuh butuh energi, tapi sekarang banyak dari kaum hawa cenderung untuk mengurangi frekuensi makan mereka menjadi satu atau dua kali per hari saat berdiet. Alasannya, makin jarang makan, mereka akan makin cepat kurus. Padahal, pola pikir ini adalah salah. Dengan menjarangkan makan, sistem tubuh yang biasanya terisi kalori akan ‘berontak’. Akibatnya, asam lambung meningkat dan gula darah turun. Respons tubuh ini membuat kita menjadi lemas, mudah panik, dan sulit mengontrol diri. Sehingga, saat rasa lapar menyerang, kita akan kehilangan rasionalitas dalam memilih jenis makanan yang tepat dan sehat.

Peneliti Israel telah menemukan bahwa makan makanan hambar dan monoton memiliki dampak negatif pada keadaan emosional. Makanan hambar dapat menyebabkan masalah kesehatan dan bahkan depresi, demikian laporan media.

Para ahli melakukan percobaan dan menemukan bahwa makanan hambar dapat menyebabkan kelelahan kronis, apatis, dan kerusakan. Terutama berbahaya adalah makanan selera bagi orang-orang yang rentan terhadap depresi.

Paling sering, hal itu mempengaruhi perempuan, karena mereka mengikuti diet yang berbeda. Jadi tubuh mereka kekurangan sejumlah mineral, vitamin dan nutrisi lainnya. Karena makanan yang monoton selama berhari-hari menimbulkan ketidakpuasan, iritabilitas dan kegugupan.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa ada diet yang berbeda pada wanita rata-rata usia 17 tahun. Dalam rangka untuk menurunkan berat badan, dokter menyarankan untuk selalu makan, tapi untuk mengurangi ukuran porsi. Bukan menjarangkan makan, karena itu bisa merusak respon tubuh. Diet tidak harus mengorbankan kesehatan. Berpikirlah secara logis bila sedang berdiet.


Poskan Komentar: