Selasa, 23 Oktober 2012

Wanita Tidak Ingin Lagi Menjadi Seorang Feminis

Selasa, 23 Oktober 201219.35.00
wanita karir
Banyak wanita tidak mau dicap lagi sebagai feminis karena tuntutan karir untuk menafkahi keluarga mereka.

Wanita modern berpendapat bahwa feminisme telah pergi dari jiwa mereka. Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya satu dari tujuh wanita yang menganggap dirinya "feminis", dan itu sebagian besar gadis-gadis muda.

Ada pandangan bahwa feminisme adalah manifestasi dari agresi dalam kaitannya dengan laki-laki, hanya seperempat dari mereka para wanita yang disurvei mengatakan itu contoh etika normal. Satu dari lima perempuan pada umumnya menggambarkan kecenderungan ini sebagai kuno dan tidak sesuai untuk generasinya.

"Wanita modern merasa lebih percaya diri, dan feminisme tradisional tidak lagi bekerja untuk mereka, karena merupakan bentuk agresif, yang membuat perbedaan dan tidak memperhitungkan keadaan pribadi mereka" - klaim psikolog Siobhan Frigard di kutip dari MIGnews.

Survei menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga wanita muda tidak tidak bisa membayangkan saat pria dan wanita harus sama. Sebagian besar dari 300 responden percaya bahwa feminisme merupakan mekanisme pilihan nyata untuk karir dan kehidupan keluarga mereka.

Wanita tanpa sadar masih mau menjadi sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Selama ribuan tahun model keluarga memiliki dua orang tua, di mana laki-laki adalah pencari nafkah utama, wanita hanya menjalani hidup secara tradisional, namun data baru yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa suami sebagai pencari nafkah telah menjadi spesies yang terancam punah.

Sampai saat ini, tercatat pasangan pernikahan bercerai terjadi peningkatan yang dratis dari tahun 2012, itu untuk sepertiga warga Inggris saja. Pemicu terjadi perceraian karena adanya pertumbuhan wanita karir. 

Laki-laki lebih banyak berhenti bekerja dan lebih memilih membesarkan anak-anak, mereka untuk menggantikan peran wanita utama dalam keluarga.

Poskan Komentar: