Tuesday, September 18, 2012

Terungkap Rahasia Pemicu Obesitas Pada Remaja

Tuesday, September 18, 201211:02:00 PM
bocah cantik
Kegiatan rekreasi dan banyak bermain bagi anak-anak adalah cara yang ampuh untuk menghindari mereka dari obesitas.

Mitos bahwa orang gemuk makan lebih banyak dan akibatnya memicu terjadi kenaikan berat badan, mitos demikian itu telah dibantah oleh ilmuwan dari American University of North Carolina (USA).

Para ilmuwan terkejut menemukan bahwa anak laki-laki dan perempuan secara keseluruhan benar-benar makan kurang dari rekan-rekan mereka yang ramping.

Chapel Hill, staf dari American University of North Carolina di Chapel Hill telah membantah kepercayaan populer bahwa obesitas disebabkan oleh konsumsi berlebihan makanan berkalori tinggi. Setidaknya itu pada remaja tidak terjadi.

Ternyata, gadis-gadis usia 12-14 tahun dengan obesitas tingkat tinggi mengkonsumsi rata-rata 300 kalori kurang dari rekan-rekan mereka yang kelebihan berat badan, dan yang terakhir untuk 110 kalori kurang dari mereka yang berat badannya dalam kisaran normal.

Anak laki-laki usia 15-17 tahun dengan obesitas, makan sekitar 220 kalori kurang dari mereka yang berat badannya berlebihan, dan mereka, pada gilirannya, 375 kalori kurang dari orang-orang muda dengan berat badan normal.

Angka-angka ini diperoleh dengan mengumpulkan data pada makanan lebih dari 12,5 ribu anak di Amerai Serikat dan mengukur tinggi dan berat badan mereka untuk menghitung indeks massa tubuh, yang dilakukan oleh Profesor of Pediatrics Ashley Cockrell Skinner dan rekan-rekannya.

Dari mana kemudian remaja mendapati obesitas? Para peneliti percaya bahwa tubuh mereka berupayah dalam mempertahankan kondisi ini dengan cara apapun, jika sudah dikembangkan pada usia dini. Oleh karena itu, perang melawan obesitas harus didasarkan pada peningkatan aktivitas fisik, dan bukan pembatasan diet.

Selain manfaat bagi angka, efek gerakan menguntungkan pada kondisi badan dan jantung, sedangkan diet mungkin memiliki dampak negatif pada sistem tubuh tumbuh dan menyebabkan depresi.

Kesimpulan dari para ilmuwan sebagai alasan bagi orang tua untuk memikirkan kegiatan rekreasi untuk anak-anak mereka, tidak terbatas hanya duduk depan TV atau komputer.

Poskan Komentar: