Sabtu, 08 September 2012

Nonton Berita Televisi Dapat Merusak Kesehatan Tubuh

Sabtu, 08 September 201215.30.00
anak nonton TV
Berita peperangan yang tayang di TV ternyata dapat mengubah keadaan mental para penonton menjadi trauma. 

Para peneliti dari University of California menemukan bahwa laporan dari "hot spot" di televisi dapat memprovokasi variasi keadaan mental dari penonton, dilaporkan Daily Mail.

Secara khusus, para peneliti mengklaim bahwa video kekerasan dalam berita memicu efek "trauma kolektif" berkepanjangan dari masyarakat.

Penelitian ini melakukan survei dengan melibatkan lebih dari seribu orang di minggu-minggu sebelum dan sesudah kejadian 11 September 2001, di New York dan perang di Irak pada tahun 2003.

Para peneliti menemukan bahwa paparan konten kekerasan di media terutama TV dapat picu reaksi trauma dan stres.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang menonton program yang menyoroti serangan teroris dan perang, lebih dari 4 jam per hari, lebih mungkin untuk memiliki gejala reaksi stres akut dan stress pasca-traumatic disorder. Mereka juga memiliki kelainan fisik yang lebih umum dalam kurung waktu 2-3 tahun.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan konten video mungkin merupakan mekanisme penting untuk penyebaran penyakit mental kolektif. Temuan kami sangat tepat waktu karena sekarang semua video dapat di jangkau oleh khalayak yang lebih luas melalui situs Youtube, media sosial dan penggunaan ponsel pintar " klaim ketua tim peneliti dari University of California.

Poskan Komentar: