Thursday, August 30, 2012

Dunia Internet Lebih Kasar Daripada Dunia Offline

Thursday, August 30, 20128:20:00 PM
gadis rambut kuncir
Dunia internet lebih kejam daripada di dunia offline karena disana tidak ada lagi rem, semua orang dengan bebas mengeluarkan perkataan kasar dan mengedit gambar biasa menjadi penghinaan seperti meme.

Ada begitu banyak hal-hal yang paling mengerikan di internet. Bully dan hate speech tersebar luas di chat room, status jejaring sosial, blog dan forum, dan bahkan ada beberapa kasus penghinaan paling kasar sedunia yang di tujuhkan kepada presiden, ketika mereka diperingatkan agar stop berbuat seperti itu, tapi mereka makin menunjukkan sifat buas mereka dan merasa kebal hukum padahal semua orang sama di mata hukum.

Presiden dan kita adalah sama-sama manusia punya perasaan peka pada satu titik bisa kehabisan kesabaran kalau dikasarin terus tanpa memberi solusi yang terbaik, nah, mereka yang jago membuat penghinaan kasar di internet ketika sudah di tangkap baru mengaku menyesal sekali, ah Kamu seharusnya bersikap sejati dengan mempertanggung jawabkan segala perbuatanmu sendiri, mala jadi cengeng, ternyata kamu adalah pengecut sejati. :D
Jangan karena takut di penjara dan di denda baru menyesal, padahal diri sendiri tidak mau di hina dengan ucapan kebencian. Apa kata dunia. Makanya Stop Hate Speech dari sekarang, jika Kamu sendiri tak mau di bully dan di hina.
Ilmuwan psikiater di klinik New York mengungkapkan fakta bahwa di internet ada kebebasan tertentu untuk berbicara, dan bahkan kini nyaris sudah tidak ada "rem". Hal ini mirip dengan keadaan orang mabuk yang merancu diluar kendali tanpa pikir panjang dari efek kejam tersebut kepada diri sendiri dan orang lain.

Studi menunjukkan bahwa orang tanpa internet lebih cenderung berperilaku baik, dan menunjukkan bahwa orang yang berada di kamar sebelah dan berbicara secara online lebih mungkin untuk mengkritik pembicaraan orang lain daripada mereka yang duduk dengan seorang teman di ruangan yang sama.

Orang secara alami berkomunikasi dengan cara bertatap muka, dan tidak hanya memasok sinyal verbal otak, tapi ada hal lain, seperti ekspresi wajah, gerak tubuh, nada pembicaraan, kecepatan percakapan. Tapi ketika berkomunikasi secara online semua sinyal itu akan terhapus dan tidak terlihat, yang berarti bahwa seseorang ditinggal sendirian hanya berspekulasi, menduga, dan ambiguitas tentang lawan yang jauh. Hal ini sering dianggap sebagai ancaman.

Poskan Komentar: